Meskipun istrinya judes dan
cenderung menguasainya, lelaki sholeh itu tetap saja memperlakukannya
dengan lembut dan santun.
TAHUKAH KAMU ? - Ia mencoba mengobati kejudesan istrinya yang sering membuatnya mengelus dada dan bernafas berat, termasuk dengan cara menyuruhnya menghadiri majelis taklim yang diasuhnya.
TAHUKAH KAMU ? - Ia mencoba mengobati kejudesan istrinya yang sering membuatnya mengelus dada dan bernafas berat, termasuk dengan cara menyuruhnya menghadiri majelis taklim yang diasuhnya.
“Ah! Andai
saja kau melihatku tengah mengajar, sementara orang-orang seksama
mendengarkanku.” Tuturnya pada istrinya. Ia mengira istrinya akan
tergugah dan menjadi sayang padanya setelah menyaksikan wibawanya saat berceramah di hadapan jamaahnya yang antusias mendengarkannya.
Berikutnya, dari kejauhan, lelaki saleh itu benar-benar melihat
istrinya hadir dalam majelis taklimnya. Ia optimis hal itu akan
menanamkan keseganan di hatinya. Tapi, sayang sekali... “Tadi kau melihatku kan?!” Katanya, sepulangnya saat petang. “Ya. Kulihat semua orang duduk tenang, dan hanya engkau yang berkoar-koar. Kassian.. Cih! Ketusnya.
Konon, lelaki saleh itu dianugerahi "MADAD" oleh Allah Swt. berkat kesabarannya menghadapi istrinya. Para muridnya melihat pancaran-pancaran cahaya (isyraqat) Allah pada perilakunya.
Namun, sepeninggal istrinya, mereka tidak lagi melihat isyraqat yang dahulu mereka lihat itu. Ditanya, “mengapa?”, lelaki saleh itu hanya menjawab, “Sebab wanita yang karenanya Allah menganugerahiku kekeramatan telah meninggal dunia.”
Di balik kesuksesan suami yang keramat, ada peran istri yang galak. Bersyukurlah Anda yang punya istri galak, karena dengannya kesabaran Anda teruji, hingga boleh jadi, dengannya Anda diangkat menjadi wali. Bersyukurlah Anda yang punya istri lembut, karena ia akan selalu mengerti
.
“Sebagaimana istri dituntut untuk sabar menghadapi suami, suami pun dituntut untuk tabah menghadapi istri,” ujar Syaikh Asy-Sya’rawi -rahimahuLlah.
Oleh Ust Muhammad Al-Faiz
Konon, lelaki saleh itu dianugerahi "MADAD" oleh Allah Swt. berkat kesabarannya menghadapi istrinya. Para muridnya melihat pancaran-pancaran cahaya (isyraqat) Allah pada perilakunya.
Namun, sepeninggal istrinya, mereka tidak lagi melihat isyraqat yang dahulu mereka lihat itu. Ditanya, “mengapa?”, lelaki saleh itu hanya menjawab, “Sebab wanita yang karenanya Allah menganugerahiku kekeramatan telah meninggal dunia.”
Di balik kesuksesan suami yang keramat, ada peran istri yang galak. Bersyukurlah Anda yang punya istri galak, karena dengannya kesabaran Anda teruji, hingga boleh jadi, dengannya Anda diangkat menjadi wali. Bersyukurlah Anda yang punya istri lembut, karena ia akan selalu mengerti
.
“Sebagaimana istri dituntut untuk sabar menghadapi suami, suami pun dituntut untuk tabah menghadapi istri,” ujar Syaikh Asy-Sya’rawi -rahimahuLlah.
Oleh Ust Muhammad Al-Faiz
